Postingan

CIBUYUTAN, POTRET PELOSOK NEGERIKU

CIBUYUTAN, POTRET PELOSOK NEGERIKU Cibuyutan, sebuah kampung di daerah Bogor yang hanya berjarak 80 km dari Jakarta. Banyak yang berpikiran jika kampung tersebut tidaklah se-pelosok kampung-kampung di luar Jawa hanya karena letaknya masih di daerah Bogor yang kita pun sudah sama-sama tahu bahwa kota Bogor menjadi pilihan tempat berlibur. Tapi tahukah Anda jika Cibuyutan memiliki kondisi yang sama dengan kampung-kampung di pelosok negeri nan jauh disana? Akses untuk kesana pun cukup sulit padahal di kota mereka sibuk dengan pembangunan-pembangunan jalan yang merupakan proyek menguntungkan untuk mereka. Ketika kita saat ini sudah sangat merasakan betapa mudahnya akses informasi apapun karena perkembangan teknologi sudah menjadi sahabat yang tidak terlupakan di dalam kehidupan kita. Ataupun kita yang saat ini bisa menjadi apa yang kita mau tanpa adanya penghalang hingga seolah-olah dunia ini milik kita. Kondisi yang terbalik justru selalu hadir di Cibuyutan yang selalu hidup denga...

RUU PT??????

RUU PT???? Pendidikan merupakan hak setiap manusia, tidak terkecuali untuk warga negara Indonesia. Dalam landasan negara kita pun tertulis jelas bahwa tujuan dari negara ini adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Mencapainya tentu saja melalui pendidikan untuk semua. Sudahkah hari ini education for all dirasakan oleh semua elemen masyarakat yang ada di negeri ini? Atau justru pendidikan merupakan suatu yang sangat sulit untuk didapatkan? Menurut saya pendidikan hari ini semakin sulit. Mulai dari tingkat dasar sampai ke tingkat universitas. Di tingkat univesitas bahkan sampai sekarang sedang digodog aturannya. Pernahkah kalian (mahasiswa) mendengar RUU PT (Rancangan Undang-Undang Perguruan Tinggi)? Sadarkah kalian jika RUU ini sampai disahkan bisa menjadi bumerang untuk kita? UU BHP telah berlalu, namun bukan berarti jiwa yang ada didalam UU BHP juga sudah sirna. Sadarkah kalian jika jiwa UU BHP coming back dalam bentuk yang sedang digodog saat ini. Meskipun para anggota dewan men...

SIAPAPUN KALIAN, KALIAN TETAP KAKAK SAYA

SIAPAPUN KALIAN, KALIAN TETAP KAKAK SAYA UNJ bukanlah tujuan saya, bukanlah impian saya. Tapi justru disini saya menemukan bagian dari diri saya, bagian dari jiwa saya yang tumbuh sebagaimana seharusnya. Di tempat ini cita-cita saya muncul. Cita-cita yang sebenarnya saya inginkan bukan cita-cita yang berlandaskan. Bahkan jika saya melihat diri saya yang sekarang maka keadaan yang jauh berbeda akan sangat terlihat dibandingkan dengan diri saya yang dulu. Dulu orang-orang tidak mengenal saya ataupun saya hanya mampu menjadi setitik tinta dalam suatu lukisan yang belum berarti apa-apa. Ketika melangkahkan kaki di UNJ saya bukanlah siapa-siapa, bahkan ada atau tidak adanya saya ya tidak masalah. Namun hari ini saya sudah menjadi siapa-siapa. Memang belum sebesar kalian ataupun semahir kalian kakak-kakakku, tapi paling tidak hari ini saya mulai diperhitungkan. Aktif dalam suatu organisasi bukanlah jiwa saya sebelum saya mengenal kalian. Saya pun meyakini bahwa kalian sadar bahwa say...

Masuk Mahal Lulus Mahal

MASUK MAHAL LULUS MAHAL Hari ini hampir semua perusahaan atau institusi menilai pegawainya berdasarkan tingkat pendidikan yang dicapainya. Sehingga setiap individu tentu mencari cara untuk bisa mendapatkan selembar kertas yang menyatakan bahwa mereka telah menyelesaikan suatu jenjang pendidikan tertentu. Tidak jarang dari mereka yang mengorbankan segalanya demi kertas itu. Mereka memiliki pemikiran bahwa dengan kertas itu kehidupan keluarga mereka bisa berubah. Bahkan banyak dari kita yang hari ini berusaha mati-matian untuk bisa belajar di perguruan tinggi NEGERI yang harganya cukup menguras kantong keluarga. Belum lagi ketika sudah lulus dan tinggal diwisuda mereka harus mengeluarkan biaya yang cukup mahal. Inilah isu yang santer di UNJ beberapa bulan ini. Tidak hanya tahun ajaran saja yang baru, biaya masuk di UNJ juga baru alias MAHAL. Tidak hanya itu, setelah isu naiknya biaya masuk mahasiswa baru mereda dan sedang menanti follow up-nya, isu yang baru pun muncul ‘biaya wisud...

Secerca Harapan Kosong

Secerca Harapan Kosong Pemuda yang memiliki kompetensi tentu menjadi harapan suatu bangsa. Terlebih bagi bangsa yang hari ini masih berada dalam lingkaran keterpurukan, Indonesia misalnya. Hari ini tidak bisa dipungkiri bahwa negeri ini merindukan adanya perubahan kehidupan. Hari ini Indonesia membutuhkan mereka, pemuda yang notabenenya anak bangsa yang diharapkan mampu membangun bangsa ke arah yang lebih baik lagi. Munafik jika hari ini kita mengatakan bahwa Indonesia tidak memiliki generasi-generasi yang kompeten dan generasi-generasi yang mampu menjawab dunia. Faktanya banyak generasi-generasi Indonesia yang hari ini menorehkan prestasinya di kancah internasional dan mampu memperlihatkan keberadaan Indonesia kepada dunia. Misalnya sejak keikutsertaan Indonesia dalam olimpiade fisika internasional pada tahun 1993 sampai sekarang hanya di tahun 1994 saja Indonesia tidak membawa gelar, di tahun selain tahun 1994 Indonesia selalu membawa gelar bahkan Indonesia mampu berada di top five ...

MENJADI RAKYAT DI PERSIMPANGAN JALAN

Gambar
Menjadi Rakyat di Persimpangan Jalan           Tidak bisa dipungkiri bahwa setiap manusia akan memiliki suatu waktu dimana dia harus menentukan jalan hidupnya. Pilihan yang muncul pun tidak hanya dua pilihan, bahkan mungkin bisa mencapai tiga atau lebih pilihan. Semua pilihan itu pasti memiliki tanggung jawab dan konsekuensi yang berbeda-beda, jadi dalam menentukannya dibutuhkan pemikiran yang cukup bijak dan matang serta tanpa egoisme pribadi. Hari ini itulah yang saya rasakan. Saya merasa telah menjadi rakyat yang kebingungan di persimpangan jalan. Saya di hadapkan atas tiga pilihan yang menurut saya cukup sulit. Kalau boleh saya memilih, saya tetap ingin berada di ketiga tempat tersebut. Kenapa? Karena ketiganya telah berhasil membuat saya menjadi pribadi yang lebih terbuka lagi dan telah membentangkan jalan pikiran saya yang sering berpikir pragmatis.             Di tempat yang pertama, mungkin tempat ini tidak terlalu sa...

SUCIKAN HATI BERANTAS KORUPSI

Sucikan Hati Berantas Korupsi Tak terasa hari raya idul fitri tinggal seminggu lagi. Hari kemenangan pun akan tiba. Tapi apakah hati ini akan kembali fitri atau justru semakin menghitam. Tidak seharusnya bulan suci ini dibiarkan berlalu begitu saja selayaknya bulan lainnya, bahkan semestinya bulan lainnya juga menjadi bulan instropeksi diri bagi kita semua tak terkecuali para koruptor. Sadarkah kita bahwa bulan ramadhan tahun ini begitu istimewa. Kenapa? Karena hari kemerdekaan kita, hari kebebasan kita, jatuh pada tanggal tujuh belas ramadhan. Ini juga mengingatkan kita akan suatu hal yakni perjuangan Bangsa Indonesia untuk mendapatkan sebuah kemerdekaan juga bertepatan dengan bulan puasa, pembacaan proklamasinya pun dilakukan di bulan suci. Tujuh belas ramadhan, Nuzulul Qur’an atau peritiwa turunnya Al-Qur’an merupakan suatu kejadian yang sangat luar biasa dimana way of life kita diturunkan. Way of life yang menyadarkan kita antara yang haq dan yang bathil. Tidak hanya hari kemer...