Postingan

Inilah Aku Jilid II (Edisi Revisi)

Inilah Aku dan Kisahku Namaku Listya Kurnia. Dan di rumah aku dipanggil dengan sebutan ‘Lia’, aku pun tidak tahu darimana nama itu berasal. Aku anak pertama dari tiga bersaudara. Kami semua perempuan. Kami bertiga berbeda karakter sampai ibu sering berkata seperti ini ‘punya anak tiga, ya tiga-tiganya beda semua’. Maksudnya itu kita semua mempunyai kebiasaan dan sifat yang bertolak belakang satu sama lain. Mulai dari makanan sampai ke pemikiran. Inilah aku dan kisahku. Kata ibu sejak kecil aku lebih menyukai bermain bola, motor-motoran, dan mobil-mobilan daripada bermain boneka. Sampai sekarang aku takut dengan boneka karena pernah mengalami kejadian mistis dengan boneka. Dan sampai sekarang pun aku senang bermain dan menonton bola, menonton motogp maupun F1. Inilah sisi yang tak banyak orang ketahui tentang diriku. ‘yang membedakan kamu dengan adik-adikmu adalah semangatmu’, itulah yang sering ibu katakan. Buatku, semua yang ada di dunia ini masih mungkin tercapai...

Bangga Menjadi Mahasiswa UNJ

Gambar
Bangga Menjadi Mahasiswa UNJ   Bangga, bangga, bangga. Memang apa arti kata ‘bangga’? Bangga terhadap sesuatu? Bermaknakah arti itu? Lagi-lagi mengapa kata bangga itu seolah-olah maknanya sangat besar? Bangga, jika kita membuka KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) kata ‘bangga’ memiliki arti besar hati; merasa gagah (karena mempunyai keunggulan). Ternyata ketika seseorang merasa bangga terhadap sesuatu itu berarti orang tersebut mengetahui bahwa apa yang dibanggakannya memiliki keunggulan (positif tentunya) yang memang harus dipertahankan dan memang mempunyai hak untuk dibanggakan. Kebanggaan akan sesuatu tidak mudah untuk bisa ditimbulkan maupun untuk dirasakan. Misalnya ketika ada orang Indonesia merasa biasa saja terhadap Indonesia itu berarti orang tersebut tidak memahami keunggulan-keunggulan yang dimiliki Indonesia. Dia tidak tahu kalau negara dengan kepulauan terbanyak adalah Indonesia. Dia tidak tahu kalau negaranya penghasil tambang terbesar di dunia. Dia tidak...

Resensi Buku "Pedoman Pendidikan Modern"

Gambar
Penulis : K.H.R. Zainuddin Fananie Penerbit            : Tinta Medina Tebal                : xliv + 248 halaman Terbit               : Januari 2011 Cover               : Softcover ISBN               : 978-602-98552-2-7 Ringkasan         : Pendidikan adalah faktor penentu keberhasilan ketika suatu bangsa yang ingin maju. Jadi tidak heran jika dikatakan bahwa pendidikan adalah tiang bagi kemajuan dan dasar dari setiap langkah (pekerjaan) yang akan ditempuh. Itulah kedudukan pendidikan yang disampaikan K.H.R Zainuddin Fananie dalam bukunya. Pendidikan tidak semata-mata berbicara tentang pengajaran di sekolah-sekolah atau di...

Negara Adidaya Itu Bernama INDONESIA

Gambar
Negara Adidaya Itu Bernama INDONESIA               Gelap, semakin gelap, tidak ada lilin apalagi lampu. Bahkan lampu-lampu harapan hilang satu-persatu. Raut muka mereka awalnya semakin memerah namun pada akhirnya menghitam jua. Yang tertinggal kini hanyalah harapan kosong. Optimisme telah berubah menjadi pesimisme. Tidak ada lagi yang menggantungkan harapan setinggi langit, yang ada hanyalah mampu menyambung hidup saja sudah cukup. Awalnya berharap perubahan akan datang namun perubahan bagai punuk merindukan bulan. Silahkan lontarkan berbagai pertanyaan pada mereka, jangan heran jika pesimisme-lah yang mereka hantarkan pada kalian.             Hingga pada akhirnya kalian heran sendiri mengapa bisa sampai seperti ini dan bertanya dalam diri ‘tidak adakah dari mereka yang masih menyimpan optimisme diri?’. Kalian masih yakin bahwa kalian akan menemukan seonggok dagin...

Pro Kontra Kebijakan UKT

Pro Kontra Kebijakan UKT             Beberapa waktu lalu dunia pendidikan tinggi khususnya PTN kembali dikejutkan oleh kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui surat edaran yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi No.488/E/T/2012 pada tanggal 21 Maret 2012 yang berisi tentang penerapan UKT (Uang Kuliah Tunggal) di PTN. Uang Kuliah Tunggal adalah sistem pembayaran keseluruhan biaya pendidikan di PTN yang dibagi secara merata ke tiap semester, dengan asumsi waktu pendidikan selama 8 semester (4 tahun). Jadi dengan kebijakan ini mahasiswa baru tidak lagi dibebankan biaya yang besar ketika awal masuk PTN serta memperoleh informasi mengenai total biaya yang harus dikeluarkan selama menempuh pendidikan di PTN. Dengan adanya kebijakan ini juga berarti tidak ada lagi pungutan-pungutan liar yang berlalu-lalang karena biaya dari mahasiswa sejak memulai pendidikan sampai mahasiswa tersebut wisuda sudah ...