Postingan

Laksamana Keumalahayati, The First Woman Admiral

                  Indonesia di abad 16-17 masihlah Indonesia yang berbentuk kerajaan-kerajaan dari sabang sampai merauke. Perjuangan di abad ini pun sudah melawan imperialisme dan kolonialisme bangsa lain. Sejarah menunjukkan bahwa ujung bagian barat nusantara pernah hadir sebuah kerajaan Islam yang tercatat merupakan satu dari 5 kerjaan Islam pada zaman tersebut, Kerajaan Aceh Darussalam.             Kita tidak membicarakan mengenai Kerajaan Aceh Darussalam, tetapi akan membicarakan mengenai seorang perempuan hebat nan luar biasa beraninya yang pernah ada pada zamannya. Dialah Keumalahayati, seorang perempuan yang keberaniannya belum tentu bisa dilakukan oleh perempuan masa kini. Ia dikenal dengan Laksamana Keumalahayati . Keberanian Keumalahayati tak lahir dengan sendirinya, dibesarkan dalam keluarga bangsawan tidak lantas membuat Keumalahay...

Emansipasi Perempuan Ala Rohana Kudus

         Beberapa waktu lalu bahkan sampai saat ini masih banyak masyarakat yang menggaung-gaungkan emansipasi perempuan. Banyak pula yang salah mengartikan makna sesungguhnya, sebagian besar menafsirkan secara praktis makna emansipasi perempuan, ‘persamaan hak kaum laki-laki dan perempuan’ .             Penafsiran tersebut tidak berlaku bagi Siti Rohana, atau lebih dikenal dengan nama Rohana Kudus. Buatnya, “Perputaran zaman tidak akan pernah membuat perempuan menyamai laki-laki. Perempuan tetaplah perempuan dengan segala kemampuan dan kewajibannya. Yang harus berubah adalah perempuan harus mendapat pendidikan dan perlakuan yang lebih baik. Perempuan harus sehat jasmani dan rohani, berakhlak dan berbudi pekerti luhur, taat beribadah yang ke semuanya hanya akan terpenuhi dengan mempunyai ilmu pengetahuan”. Bagi Rohana pendidikan untuk perempuan itu penting. Mengapa? Karena untuk menjalan...

Luasnya Pemikiran Siti Walidah

Luasnya Pemikiran Siti Walidah Siti Walidah, seorang pahlawan nasional yang lahir di Yogyakarta tahun 1872. Namanya cukup asing di telinga, namun jika disebutkan ‘Nyai Ahmad Dahlan’ maka lebih banyak orang yang mengenalnya. Begitulah sapaan Siti Walidah, Nyai Ahmad Dahlan. Dalam masa pertumbuhannya Nyai Ahmad Dahlan tidak pernah mengenyam pendidikan formal, pendidikan yang ia dapatkan merupakan pendidikan agama yang berasal dari sang ayah yang merupakan ulama yang disegani masyarakat, K.H Muhammad Fadli. Pada waktu itu, sekitar tahun 1870-an, anak perempuan harus tinggal didalam rumah sampai saatnya untuk menikah. Budaya kala itu tidak lantas menyurutkan semangat Nyai Ahmad Dahlan dalam memberikan pencerdasan kepada kaum perempuan. Sebagai seorang yang tidak pernah mengenyam pendidikan formal, Nyai Ahmad Dahlan memiliki pemikiran yang luas. Ia mengharapkan kaum perempuan mampu ambil bagian dalam pergerakan nasional yang waktu itu Indonesia masih berada dalam masa penjajah...

HR Rasuna Said, Sang Orator dari Agam

HR Rasuna Said, Sang Orator dari Agam           Indonesia tak hanya melahirkan Soekarno sebagai orator ulung, tetapi juga melahirkan orator dari Kabupaten Agam pada 15 September 1910. Dialah yang namanya terdapat di jalan protokol Ibukota Jakarta, Hajjah Rangkayo Rasuna Said , orang mengenalnya HR Rasuna Said. Rasuna Said dikenal sebagai tokoh yang memperjuangkan hak dan peran perempuan. Konsentrasi perjuangannya memang pada hak dan peran perempuan, namun tidak berarti ia tidak memperjuangkan bangsanya. Srikandi yang mengawali karir di Sarekat Rakyat ini tercatat pernah dimasukkan ke dalam penjara perempuan oleh Pemerintah Belanda karena berpidato tajam mengecam Belanda. Ini menegaskan bahwa Rasuna Said memang orator yang hebat, seorang tokoh Islam H. Hasymi menggambarkan bahwa pidato-pidato Rasuna laksana petir di siang hari, kata-katanya tajam membahana.             Ibu d...

Rahmah El-Yunusiyyah, Syaikhah Tanah Minang

Rahmah El-Yunusiyyah, Syaikhah Tanah Minang 1 November 1923 berdirilah sebuah sekolah untuk kaum muslimah, Al-Madrasah Lil-Banat ( red : sekarang bernama Diniyyah Puteri School). Sekolah itu didirikan oleh seorang muslimah asal Minang bernama Rahmah El-Yunusiyyah. Pada saat itu Rahmah merasa kaum muslimah belum mendapatkan apa yang seharusnya menjadi hak mereka. Pendidikan untuk kaum muslimah pada saat itu masih dianggap pendidikan kelas kedua. Sekolah yang dicetuskan Rahmah ini tidak hanya mengajarkan pengetahuan tentang agama dan umum saja tetapi juga mengajarkan keterampilan yang diperlukan oleh seorang muslimah. Kiprah dan perannya dalam pendidikan untuk muslimah membuat dirinya dianugerahi gelar Syaikhah , gelar istimewa yang hanya diberikan kepada orang yang menguasai bidang tertentu dan ilmu-ilmu keislaman. Gelar Syaikhah ia dapat setelah Rektor Universitas Al-Azhar Kairo mengunjungi Diniyyah Puteri School dan tertarik dengan apa yang diperjuangkan dan dijalankan Rahmah....

Negara Adidaya Itu Bernama INDONESIA 2

Gambar
Negara Adidaya Itu Bernama INDONESIA 2                     Gelap, semakin gelap, tidak ada lilin apalagi lampu. Bahkan lampu-lampu harapan hilang satu-persatu. Raut muka yang awalnya semakin memerah namun pada akhirnya menghitam jua. Yang tertinggal kini hanyalah harapan kosong. Optimisme telah berubah menjadi pesimisme. Tidak ada lagi yang menggantungkan harapan setinggi langit, yang ada hanyalah mampu menyambung hidup saja sudah cukup. Awalnya berharap perubahan akan datang namun perubahan bagai punuk merindukan bulan. Silahkan lontarkan berbagai pertanyaan, jangan heran jika pesimisme-lah yang dihantarkan.             Hingga pada akhirnya hanya keheranan yang berada dalam benak, mengapa bisa sampai seperti ini dan bertanya dalam diri ‘tidak adakah dari mereka yang masih menyimpan secerca harapan dalam dirinya?’. Terus berjala...

Sang Garuda Minoritas

Sang Garuda Minoritas Hamparan gurun terpampang di depan mata Terik matahari seakan masuk ke dalam relung jiwa Udara berhembus menebarkan kehinaan Jangkauan mata seakan tiada berarah Ribuan langkah seakan tiada guna Hingga genggaman tangan seakan tiada lagi miliki mimpi Melihat kawanan manusia berbalik arah Apakah itu Anda? Apakah itu kamu? Apakah itu dia? Ataukah itu kalian? Mata akan tetap memandang Kaki akan tetap melangkah Tangan akan tetap menggenggam mimpi Meski kalian tetap berbalik arah Meski kalian menghujat tanpa makna Meski kalian tetap tebarkan kehinaan Dan meski aku sang garuda minoritas